Bagi dosen fakultas hukum, mahasiswa magister ilmu hukum, dan mahasiswa magister kenotariatan, jurnal hukum Sinta 2 sering menjadi target utama. Peringkatnya cukup tinggi untuk memperkuat rekam jejak akademik, tetapi tetap lebih terjangkau dibanding Sinta 1. Masalahnya, daftar jurnal hukum Sinta 2 yang beredar sering tidak diperbarui, padahal beberapa jurnal sudah naik ke Sinta 1 dan sebagian lain ternyata Sinta 3.
Kami menyusun daftar ini dari laman resmi tiap jurnal. Setiap baris memuat ISSN, nomor SK akreditasi, dan status berlakunya per Oktober 2026. Di bagian bawah, Anda juga akan menemukan jurnal hukum yang sering keliru disebut Sinta 2.
Ringkasnya: daftar ini memuat 12 jurnal hukum Sinta 2. Delapan jurnal memiliki SK yang berlaku melewati 2026 atau baru terbit, dua berlaku sampai edisi 2026, dan dua mencantumkan Sinta 2 tanpa nomor SK di lamannya.
Posisi Sinta 2 bagi Penulis Hukum
Dalam akreditasi jurnal nasional, Sinta 2 diberikan kepada jurnal dengan nilai akreditasi yang tinggi, satu tingkat di bawah Sinta 1. Jurnal di peringkat ini umumnya memiliki dewan redaksi dan reviewer yang lebih beragam, proses review yang lebih ketat, serta jadwal terbit yang konsisten.
Untuk penulis hukum, artinya naskah perlu lebih dari sekadar deskripsi peraturan. Reviewer jurnal Sinta 2 biasanya menuntut isu hukum yang jelas, argumentasi yang tajam, dan kontribusi terhadap perkembangan hukum. Sebagai catatan, peringkat Sinta berlaku per periode volume dalam SK, sehingga status sebuah jurnal bisa berubah setelah reakreditasi.
Daftar Jurnal Hukum Sinta 2 Terbaru 2026
Keterangan kolom status: Aktif berarti SK terbaru berlaku melewati 2026 atau baru terbit tahun 2025 sampai 2026, Berlaku s.d. 2026 berarti SK berakhir pada edisi tahun ini, Cek SK berarti laman jurnal mencantumkan Sinta 2 tanpa nomor SK atau tanpa periode volume, dan Cek ulang berarti periode SK yang tercantum sudah lewat.
Ilmu Hukum Umum dan Pembangunan Hukum
| No | Nama Jurnal | Penerbit | ISSN (cetak / online) | Dasar Akreditasi | Status |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Jurnal Hukum Ius Quia Iustum | Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia | 0854-8498 / 2527-502X | SK 295/C/C3/KPT/2026 | Aktif |
| 2 | Lex Renaissance | Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia | 2620-5386 / 2620-5394 | SK 295/C/C3/KPT/2026 | Aktif |
| 3 | Jurnal Hukum & Pembangunan | Fakultas Hukum Universitas Indonesia | 0125-9687 / 2503-1465 | SK 2/C/C3/KPT/2026, periode 2023 s.d. 2028 | Aktif |
| 4 | Arena Hukum | Fakultas Hukum Universitas Brawijaya | 0126-0235 / 2527-4406 | SK 862/DST/D.D1/HM.01.01/2026 (28 Juli 2026), berlaku lima tahun | Aktif |
| 5 | Veritas et Justitia | Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan | online 2460-4488 | SK 177/E/KPT/2024, berlaku s.d. 2027 | Aktif |
| 6 | Jurnal Penelitian Hukum De Jure | Badan Strategi Kebijakan Hukum, Kementerian Hukum | 1410-5632 / 2579-8561 | SK 177/E/KPT/2024, Vol 23 No 1 (2023) s.d. Vol 27 No 4 (2027) | Aktif |
| 7 | Jurnal Bina Mulia Hukum | Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran | 2528-7273 / 2540-9034 | SK 79/E/KPT/2023, berlaku s.d. Vol 11 No 2 (2026) | Berlaku s.d. 2026 |
| 8 | Pandecta Research Law Journal | Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang | 1907-8919 / 2337-5418 | Laman jurnal mencantumkan Sinta 2 tanpa nomor SK | Cek SK |
Kajian Putusan, Kenotariatan, dan Hak Asasi Manusia
| No | Nama Jurnal | Penerbit | ISSN (cetak / online) | Dasar Akreditasi | Status |
|---|---|---|---|---|---|
| 9 | Jurnal Jurisprudence | Magister Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta | 1829-5045 / 2549-5615 | SK 10/C/C3/DT.05.00/2025, Vol 14 No 1 (2024) s.d. Vol 18 No 2 (2028) | Aktif |
| 10 | Law Development Journal | Magister Ilmu Hukum Universitas Islam Sultan Agung | online 2747-2604 | SK 0228/DTS/C3/DT.05.00/2026, berlaku sejak Maret 2026 | Aktif |
| 11 | Jurnal Akta | Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung | 2406-9426 / 2581-2114 | SK 164/E/KPT/2021, Vol 8 No 4 (2021) s.d. Vol 13 No 4 (2026) | Berlaku s.d. 2026 |
| 12 | Jurnal HAM | Badan Strategi Kebijakan Hukum, Kementerian Hukum | 1693-8704 / 2579-8553 | Laman jurnal mencantumkan Sinta 2 tanpa nomor SK | Cek SK |
Jurnal Hukum yang Sering Salah Disebut Sinta 2
Beberapa jurnal hukum ternama masih tercantum sebagai Sinta 2 di banyak daftar, padahal laman resminya menunjukkan peringkat lain:
| Nama Jurnal | Penerbit | Peringkat Menurut Laman Resmi |
|---|---|---|
| Jurnal Hukum Novelty | Universitas Ahmad Dahlan | Sinta 1, SK 10/C/C3/DT.05.00/2025 |
| Law Reform | Universitas Diponegoro | Sinta 1, SK 79/E/KPT/2023 |
| De Jure: Jurnal Hukum dan Syar’iah | UIN Maulana Malik Ibrahim Malang | Sinta 1, SK 72/E/KPT/2024 |
| Jurnal Legalitas | Universitas Negeri Gorontalo | Sinta 3, SK 355/DST/D.D1/HM.01.01/2026 |
| Law Review | Universitas Pelita Harapan | Sinta 3, SK 355/DST/D.D1/HM.01.01/2026 |
| Lex Journal: Kajian Hukum dan Keadilan | Universitas Dr. Soetomo | Sinta 3, SK 355/DST/D.D1/HM.01.01/2026 |
| Jurnal USM Law Review | Universitas Semarang | Sinta 3, SK 79/E/KPT/2023 |
| Yustitiabelen | Universitas Tulungagung | Sinta 3, SK 10/C/C3/DT.05.00/2025 |
Selain itu, Jurnal Magister Hukum Udayana mencantumkan Sinta 2 dengan periode yang berakhir pada edisi 2025, sehingga statusnya perlu dicek ulang sebelum dijadikan target.
Memilih Jurnal Sesuai Jenis Kajian Hukum
- Analisis putusan pengadilan. Jurnal Jurisprudence UMS secara khusus mewadahi kajian pertimbangan hakim dalam putusan perkara pidana, perdata, niaga, adat, agama, maupun tata usaha negara.
- Hukum kenotariatan. Jurnal Akta dan Law Development Journal dari Universitas Islam Sultan Agung relevan untuk naskah kenotariatan, termasuk dari mahasiswa magister kenotariatan.
- Hak asasi manusia. Jurnal HAM dari Badan Strategi Kebijakan Hukum berfokus penuh pada isu hak asasi manusia.
- Pembaruan dan perbandingan hukum. Lex Renaissance UII menekankan reformasi hukum, inovasi hukum, dan perbandingan hukum.
- Hukum dan pembangunan. Jurnal Hukum & Pembangunan UI menerima kajian hukum ekonomi, lingkungan, digital, tata kelola, dan hak asasi manusia.
- Kajian hukum umum. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, Arena Hukum, Bina Mulia Hukum, Veritas et Justitia, dan De Jure menerima rentang bidang hukum yang luas, mulai hukum perdata, pidana, tata negara, sampai hukum internasional.
Standar Naskah yang Diharapkan Jurnal Hukum Sinta 2
- Isu hukum yang dirumuskan tajam. Pertanyaan penelitian harus menunjukkan masalah hukum yang nyata, misalnya kekosongan norma, konflik norma, atau ketidakpastian penerapan hukum.
- Metode penelitian hukum yang eksplisit. Sebutkan pendekatan yang dipakai, seperti pendekatan perundang-undangan, kasus, konseptual, atau perbandingan, beserta bahan hukum primer dan sekundernya.
- Analisis, bukan sekadar kutipan pasal. Reviewer menilai bagaimana Anda menafsirkan dan menguji norma, bukan seberapa banyak pasal yang dikutip.
- Rujukan yang mutakhir. Gunakan putusan terbaru, artikel jurnal bereputasi, dan perkembangan regulasi terakhir agar argumentasi tidak tertinggal.
- Gaya rujukan sesuai template. Jurnal hukum berbeda-beda dalam memakai catatan kaki atau gaya rujukan lain. Ikuti pedoman penulis jurnal tujuan sejak awal.
Naskah hukum Anda siap diarahkan ke jurnal Sinta 2?
Kirim judul dan abstrak naskah Anda. Tim RIN Publisher membantu menilai kesesuaian naskah dengan ruang lingkup jurnal hukum Sinta 2, sekaligus memetakan bagian argumentasi yang perlu diperkuat sebelum dikirim. Konsultasi awal tanpa biaya.
Butuh pendampingan sampai terbit? Lihat layanan jasa publikasi jurnal Sinta 2 kami.
Kesimpulan
Daftar jurnal hukum Sinta 2 yang bisa dipercaya adalah daftar yang menunjukkan dasar SK dan periode berlakunya. Dari 12 jurnal di atas, delapan jurnal termasuk Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, Jurnal Hukum & Pembangunan, Arena Hukum, dan Jurnal Jurisprudence memiliki dasar akreditasi terbaru yang paling jelas.
Sebelum mengirim naskah, pastikan status jurnal di portal Sinta dan ARJUNA, lalu sesuaikan naskah dengan ruang lingkup dan template jurnal tujuan. Panduan seluruh peringkat jurnal tersedia di halaman publikasi jurnal Sinta.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah jurnal hukum Sinta 2 menerima penelitian hukum normatif?
Menerima. Sebagian besar naskah di jurnal hukum justru berbasis penelitian normatif. Yang dinilai adalah ketajaman isu hukum, kejelasan pendekatan yang dipakai, dan kedalaman analisisnya, bukan jenis penelitiannya.
Apa beda jurnal hukum Sinta 2 dan Sinta 1?
Sinta 1 adalah peringkat tertinggi dengan nilai akreditasi paling tinggi, sedangkan Sinta 2 berada satu tingkat di bawahnya. Keduanya sama-sama jurnal nasional terakreditasi dengan standar review yang ketat. Beberapa jurnal hukum yang dulu Sinta 2 kini sudah naik ke Sinta 1, jadi selalu cek SK terbaru.
Mahasiswa magister kenotariatan sebaiknya mengirim ke jurnal mana?
Jurnal yang ruang lingkupnya memuat hukum kenotariatan, seperti Jurnal Akta atau Law Development Journal dari Universitas Islam Sultan Agung, layak dipertimbangkan. Pastikan periode SK masih mencakup volume tempat naskah akan terbit.
Bagaimana cara memastikan jurnal hukum masih Sinta 2?
Cari jurnal di portal Sinta memakai ISSN, lalu cocokkan peringkat dan rentang volumenya dengan SK terbaru di portal ARJUNA. Pengumuman akreditasi di laman jurnal juga bisa dipakai sebagai pembanding.
Apakah RIN Publisher bekerja sama dengan jurnal dalam daftar ini?
Tidak. Daftar ini disusun mandiri dari laman resmi tiap jurnal. Keputusan menerima naskah sepenuhnya ada di tangan dewan redaksi jurnal yang bersangkutan.